Citizen Journalism

Jurnalistik online membawa perubahan penting dalam dunia jurnalistik, berkat jurnalistik online, setiap orang bisa menjadi wartawan (everyone can be a journalist) yang dikenal dengan konsep citizen journalism.

Citizen journalism dapat didefinisikan sebagai praktik jurnalistik yang dilakukan oleh orang biasa, bukan wartawan profesional yang bekerja di sebuah media. Kehadiran blog dan media sosial menjadikan setiap orang bisa menjadi wartawan. Maka dari itu berita tidak lagi dimonopoli oleh para wartawan.



Pada awalnya citizen journalism digegerkan oleh berita serangan terhadap menara kembar WTC (World Trade Center) di New York, Amerika Serikat, yang dikenal dengan serangan 11 September 2001 (9/11). Penyebaran beritanya bermula dari gambar amatir yang diambil oleh seorang warga yang kebetulan berada di dekat lokasi peristiwa.

Sedangkan di Indonesia perkembangan citizen journalism dimulai pada tahun 2004, ketika terjadi tragedi Tsunami di Aceh yang diliput sendiri oleh korban. Berita itu dapat mengalahkan berita yang dibuat oleh jurnalis profesional. Bahkan, video yang dibuat langsung oleh korban pada saat kejadian itu ditayangkan oleh semua stasiun televisi. Dan dari kejadian itulah dianggap sebagai tonggak sejarah perkembangan citizen journalism di Indonesia.

Dari video amatir yang di buat oleh korban dari Tsunami di Aceh itu menyadarkan semua pihak bahwa warga biasa yang dalam artian bukan wartawanpun berperan penting dalam menyebarkan berita dan informasi penting. Dan hingga kini, stasiun-stasiun televisi masih sering menayangkan “video amatir” dalam pemberitaan sejumlah peristiwa.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, pergerakan citizen journalism telah menemukan kehidupan baru. Masyarakat umum (bukan wartawan) dapat  membuat berita dan mendistribusikannya secara global. Kini setiap individu dapat berkomunikasi dengan individu lain di seluruh dunia.

Citizen journalism mengubah peran publik yang selama ini menjadi objek berita (audience) menjadi sangat aktif layaknya wartawan profesional, citizen journalism telah memainkan peran penting dalam sejumlah peristiwa besar di dunia, seperti Tsunami di Aceh dan serangan gedung WTC 9/11 di Washington. Gambar dan cerita dari jurnalis warga yang menjadi korban Tsunami dan dekat dengan gedung WTC menawarkan konten yang memainkan peran utama dalam cerita.

Dapat dibayangkan, betapa dahsyatnya pengaruh citizen journalism jika seorang warga memiliki sedikit ilmu dan keterampilan jurnalistik sehingga mampu menyajikan berita bagus, obyektif, akurat dan enak dibaca layaknya berita di media mainstream.

Dari sisi lain kelemahan utama citizen journalism adalah dari aspek kredibilitas ditambah akurasi penulisan kata (bahasa jurnalistik). Karena terburu-buru wartawan online biasanya sangat ceroboh dalam penulisan ejaan sehingga sering terjadi salah dalam penulisan kata. Sedangkan dari segi bahasa, citizen journalism tidak terikat dengan kaidah bahasa, kata baku dan tidak baku, karena lazimnya citizen journalism seperti blogger selalu menggunakan bahasa tutur.

sumber 

Related Post



Posting Komentar